Dari kami

Dari kami

Dakwah --- Pembaca yang budiman, di bulan Agustus ini bangsa Indonesia kembali mengenang peristiwa penting dalam perjalanan sejarahnya, yaitu peristiwa kemerdekaan negeri ini dari penjajahan bangsa asing. Berbagai bentuk perayaan kemerdekaan mewarnai cara masyarakat dalam mengungkapkan rasa gembira mereka, namun banyak dari perayaan itu yang tidak sesuai dengan tuntunan agama yang suci ini.


Maudu'ul 'adad

MAKNA KEMERDEKAAN

Dakwah --- Prajurit berkuda itu melaju cepat dengan kudanya menuju istana Persia. Setibanya di sana, ia tidak turun dari kudanya, tapi langsung membawanya masuk ke dalam, berjalan di atas hamparan permadani indah yang telah disiapkan untuk menyambutnya, hingga sampailah ia di ujung permadani itu. Iapun turun dan menambatkan kudanya pada sebagian bantal-bantal yang ada di tempat duduk raja. Ribi'i bin Amir itulah nama sang prajurit berkuda tadi. Utusan Sa'ad bin Abi Waqqash, panglima pasukan Islam dalam perang Qadisisyah ini datang memenuhi undangan Rustum, panglima pasukan Persia. Rustum dengan mahkota kebesaran di kepalanya dan dikelilingi para pengawalnya duduk di atas kursi emas yang dihiasi bantal-bantal bersulamkan emas dan sutra, ditaburi mutiara dan intan yang bernilai tinggi serta aksesoris lain yang sangat mahal. Sementara Rib'i hanya mengenakan pakaian kasar dan menunggang ...artikel lengkap

Indeks Artikel Maudu'ul adad

Mensyukuri Kemerdekaan

Pertempuran Belum Berakhir

Makna Kemerdekaan


Artikel Dakwah

Maqalah

MENGIKUTI SUNNAH

Dakwah --- Pada edisi lalu, kita telah membahas kedudukan sunnah Rasulullah, yaitu bahwa sunnah di dalam hukum Islam menempati urutan kedua setelah Al-Qur'an.
Pengetahuan kita tentang kedudukan sunnah tentunya mempunyai konsekwensi, yaitu kewajiban mengikutinya dan berusaha merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari tanpa memilah-milah apakah sunnah itu sifatnya mutawatir (disampaikan para perawi yang banyak) atau ahad (perawinya tidak setinggkat mutawatir), apakah sunnah itu menghasilkan keyakinan atau hanya menghasilkan sebuah dugaan yang kuat. Jadi, selama sunnah yang sampai kepada kita shahih, maka kita terima, yakini dan amalkannya baik dalam masalah akidah, hukum atau lainnya.

Dalil-dalil dalam Al-Quran dan sunnah tentang wajibnya mengikuti sunnah sangatlah banyak. Dalam Al-Quran Allah berfirman:

...artikel lengkap

Indeks Artikel Maqalah

Mengikuti Sunnah